Perubahan yang terjadi di PT. KAI

Perubahan yang terjadi di PT. KAI

Perubahan yang terjadi di PT. KAI
Perubahan yang terjadi di PT. KAI

Perubahan Identitas (Keterangan)

Perubahan identitas atau penggantian nama berarti perubahan nama, logo atau slogan bisnis. Perubahan logo menjadi PT KAI ini diinstruksikan oleh Ignasius Jonan selaku Dirut PT KAI yang baru untuk membawa langkah PT KAI ke jenjang yang lebih tinggi. Ia bertanggung jawab atas pelaksanaan PT KAI dan ingin memberikan semangat baru kepada seluruh insan PT KAI. Selama ini dia melihat PT KAI berkembang agak lambat dan stagnan karena masih ditopang oleh dana negara yang mempersulit perkembangannya. Ia merasa sudah saatnya PT KAI bertindak independen. Oleh karena itu semangat “Bangun dan lari!” Hal ini langsung diungkapkannya agar seluruh karyawan PT KAI sadar bahwa sudah selayaknya PT KAI, sebagai perusahaan perkeretaapian terbesar, bergerak cepat dan mandiri tanpa bantuan pemerintah. Suara semangat baru ini diwujudkan dengan perubahan logo yang diresmikan pada 28 September 2011, tepat di hari ulang tahun ke-66 PT KAI.

Selain itu, perubahan ini juga dilatarbelakangi oleh rencana pemerintah mengundang perusahaan swasta untuk bergabung dengan industri perkeretaapian Indonesia, sehingga persaingan untuk pelayanan terbaik terwujud dan monopoli perusahaan berakhir. Oleh karena itu, perubahan logo ini merupakan salah satu perwujudan dari semangat “Bangun dan Lari!”. Merupakan langkah cepat PT KAI untuk mewaspadai ketatnya persaingan dari perusahaan swasta lainnya dengan memberikan gambaran yang lebih baik kepada publik sebelum perusahaan swasta tersebut muncul. Tujuan Perubahan Logo PT KAI Tujuan umum dari perubahan logo itu sendiri adalah PT KAI ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa PT KAI telah berubah. PT KAI telah melakukan perubahan berupa restrukturisasi dan reformasi sehingga berdampak pada perubahan nilai, pemikiran dan budaya kerja di lingkungan PT KAI itu sendiri.

 

Perubahan Struktur Organisasi

Perubahan struktur organisasi di PT KAI menunjuk dari struktur organisasi yang konvensional ke yang lebih modern, atau dari yang tidak terbagi-bagi lagi, bisa dikatakan struktur organisasinya lebih tebal.

Perubahan yang paling terlihat adalah pengangkatan Ignatius Jonan sebagai presiden direktur pada tahun 2009. Saat itu, komposisi PT. KAI telah banyak berubah, serta banyak perubahan terkait dengan berbagai kebijakan di dalamnya.

 

Perubahan Fasilitas

Fasilitas yang ada untuk memenuhi kebutuhan PT. Konsumen KAI juga telah diubah/diproses. Kursi kelas ekonomi yang semula habis, misalnya, telah diperbarui menjadi bagus, rapi, dan nyaman dan pada bulan Agustus 2016, PT. KAI telah membeli beberapa unit baru untuk kelas ekonomi. Ada fasilitas tambahan seperti AC, TV dan stop kontak yang sebelumnya tidak ada.

 

Pergantian Staf

Menurut PT. KAI pada website PT HR profile. KAI telah melakukan setidaknya lima perubahan mendasar pada sistem manajemen sumber daya manusia perusahaan, yaitu perubahan sistem kompensasi, penghapusan senioritas, rekrutmen (Pro Hire), penegakan hukum dan pengembangan sumber daya manusia. Dari semua PT. KAI bahkan memiliki 27.030 pegawai, 24.393 pegawai berstatus organik dan 1.226 pegawai kontrak internal (PKM). Komposisi tersebut tidak termasuk 7 Dewan Komisaris, 10 Direksi dan 1.359 status Kontrak Kerja Sementara (PKWT). Pada tahun 2013, jumlah pegawai dengan ijazah SLTA meningkat. Peningkatan terbesar terjadi pada lulusan Strata 1 dari 27% menjadi 1.033 karyawan dari 809 karyawan pada tahun 2012. Sedangkan lulusan SMA ke bawah mengalami penurunan. Jumlah pegawai tamatan SD turun 21% dari 2.269 pegawai di tahun 2012 menjadi 2.886 pegawai. Dalam manajemen personalia, tingkat pergantian karyawan menjadi perhatian perusahaan. Pada tahun 2013 terjadi penambahan 1.354 karyawan dan pengurangan 1.456 karyawan. Pertambahan pegawai tersebut karena adanya rekrutmen. Pengurangan staf karena pensiun layak, pensiun dini, pengunduran diri, kematian atau pensiun karena posisi di dewan. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com