Pergeseran Pengguna Pertamax ke Pertalite

Baiknya harga Pertamax RON 92 menjadi Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per liter menimbulkan pegeseran pembelian BBM oleh customer berasal dari pada mulanya membeli Pertamax ke Pertalite dengan Flow Meter Digital.

Namun pergeseran berikut dinyakini tidak akan berjalan lama setelah sadar terdapatnya perbedaan dalam mengendarai mobil maupun motornya.

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, migrasi berasal dari Pertamax ke Pertalite kala ini tidak banyak, pada kisaran 20 prosen hingga 25 prosen berasal dari total komsumen Pertamax.

“Itu pun tidak berlansung lama, dikarenakan nanti pengguna Pertamax yang berubah ke Pertalite akan lagi gunakan Pertamax, dikarenakan mereka telah merasakan terdapatnya perbedaan berasal dari gunakan Pertamax ke Pertalite,

Mamit menilai, pengguna Pertamax pun umumnya golongan menengah ke atas dan punya pemahaman akan faedah berasal dari gunakan BBM RON tinggi.

Terkait pengguna Pertalite, kata Mamit, setelah masuk ke barang subsidi, maka telah selayaknya terdapatnya pembatasan penggunanya.

“Untuk pengguna mobil mewah dan mobil baru kita menginginkan tidak gunakan Pertalite. Begitu terhitung untuk PNS dan pegawai BUMN, kita minta untuk gunakan Pertamax supaya subsidi pemerintah ini tepat sasaran,” ujarnya.