Pengetahuan Tentang Kamus yang Harus Kamu Tau

Kamus adalah buku yang memuat kata-kata dalam suatu bahasa, biasanya disusun menurut abjad, disertai informasi tentang apa yang mereka ucapkan, ejaannya, dan sebagainya. Dalam kamus yang baik, Anda juga harus diberikan informasi tentang pengucapan kata, informasi tentang asal kata, informasi tentang kata standar dan nonstandar, informasi tentang kata kuno dan klasik, informasi tentang bidang penggunaan kata, informasi tentang kata status., Dan berbagai hal lainnya.lebih banyak informasi.

Berdasarkan jangka waktunya

1) Kamus linguistik sinkron

Kamus linguistik diakronis berhubungan dengan sejarah dan perkembangan kata (unit leksikal) dan fungsi utama kamus ini adalah untuk membahas perkembangan leksikal. Kamus linguistik diakronis terbagi menjadi dua jenis, yaitu kamus sejarah dan kamus etimologis.

Kamus Sejarah mencatat perubahan yang terjadi dalam bentuk dan arti kata-kata (unit leksikal) selama periode dimana terdapat bukti sejarah. Kamus etimologis berfokus pada asal kata (unit leksikal). Kamus ini dianggap sebagai kamus yang berhubungan dengan prasejarah kata.

2) Kamus linguistik sinkron

Fungsi kamus linguistik sinkron adalah untuk menangani stok leksikal suatu bahasa pada tahap perkembangan tertentu. Istilah sinkron ini tampaknya berhubungan dengan keadaan bahasa pada satu waktu.

Berdasarkan isinya

1) Kamus Umum

Dalam kamus umum berisi kata-kata yang umum digunakan atau yang ada dalam satu bahasa. Kamus ini mencakup semua bidang ilmiah yang berbeda. Kamus Umum Indonesia oleh W.J.S. Poerwadarminta adalah bentuk kamus yang umum. Kata-kata yang sedikit khas atau spesifik tidak termasuk dalam kamus.

2) Kamus Khusus

Kamus khusus adalah kamus yang kekurangannya terbatas pada satu bidang ilmu atau bidang kegiatan. Dalam kaitan ini, kekhususan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dalam kaitannya dengan bahasa itu sendiri dan dalam kaitannya dengan bidang kegiatan atau ilmu pengetahuan.

Kamus yang berkaitan dengan bidang bahasa antara lain kamus pengucapan, kamus ejaan, kamus sinonim, kamus antonim, kamus homonim, kamus idiom / ungkapan, kamus kata pinjaman, dan kamus peribahasa. Kemudian yang berkaitan dengan sains atau aktivitas, seperti kamus istilah olahraga, pertanian, kimia, perdagangan, keamanan, dan komputer.

Batasan jenis kamus umum dan kamus khusus dapat didasarkan pada berbagai bahasa yang dikenal, klasifikasi teks, atau prinsip yang ditentukan oleh peneliti kamus. Kamus khusus atau terbatas berdasarkan variasi bahasa dapat ditampilkan seperti kamus dialek.

Kamus dialek dapat digunakan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut. Kamus memberikan informasi lengkap tentang leksikon dari setiap dialek atau bahasa lokal tanpa mengacu pada dialek lain. Kamus hanya mencantumkan dan menjelaskan apa perbedaan dari dialek lain.

Dalam kamus khusus ada juga indeks dan konkordansi. Indeks adalah kutipan kata yang ditampilkan dalam teks, biasanya disertai dengan informasi yang tidak ditemukan di kamus lain. Sedangkan konkordansi adalah kutipan dari semua ayat di mana kata itu muncul.

Alasan lain penulis kamus membatasi penulisan kamus adalah dari etimologi kata, apakah kata tersebut merupakan kata serapan, akronim, dan singkatan. Alasan pembatasan juga bisa menjadi properti semantik, seperti dalam kamus sinonim.

Kebalikan dari kamus khusus adalah kamus umum. Kategori umum yang berkaitan dengan bahasa umumnya tidak hanya berfokus pada satu bidang. Ekspansi kamus adalah kamus deskriptif (kamus deskriptif) yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.

3) Kamus deskriptif standar

Kamus deskriptif standar bercirikan penggunaan bahasa nasional standar, tidak berhubungan dengan apapun dalam bentuk variasi bahasa, berorientasi pada bentuk bahasa masa depan, dan sesuai dengan norma kebahasaan.

Misalnya, anggota gangster akan berusaha keras untuk memeriksa apakah arti yang dipahami dari “pencuri” sama dengan rekan-rekan mereka. Contoh lain: pria yang berdialek banyumas atau yang biasa disebut bila “terima-rendam” memiliki kekhasan yang tidak terindikasi oleh standar bahasa jawa.

Kamus deskriptif / kamus informatif. Kamus deskriptif keseluruhan berbeda dari tipe deskriptif standar dalam dua hal: kamus tipe pertama mendefinisikan lebih dari bahasa nasional standar dan kamus tipe deskriptif keseluruhan tidak diorientasikan untuk penggunaan di masa mendatang.

Kamus seks cenderung lebih historis daripada standar deskriptif seks karena ada orang yang membaca buku-buku lama yang ditulis dengan cara kuno. Misalnya dalam kamus Baoesastra Jawa.

Berdasarkan penggunaan bahasa target

1) Kamus Monolingual

Kamus linguistik adalah kamus yang bahasa sumbernya sama dengan bahasa target. Dengan kata lain, kata dalam kamus memiliki arti yang dijelaskan oleh kata-kata dari bahasa yang sama. Contoh kamus jenis ini adalah Kamus Besar Indonesia terbitan Pusat Bahasa, Kamus Umum Indonesia karya W.J.S. Poerwadarmita (1960).

Kamus linguistik ini karena hanya menjelaskan arti / arti kata dalam bahasa yang bersangkutan, tentunya kamus ini ditujukan untuk pembaca atau penutur bahasa tersebut, tetapi untuk mempelajari bahasa tersebut atau juga untuk memperluas pengetahuan.

2) Kamus Bilingual (Bilingual)

Kamus dwibahasa adalah kamus yang bahasa sumbernya tidak sama dengan bahasa target. Ini adalah kata-kata dari bahasa dialek yang dijelaskan dengan kata-kata dari bahasa lain. Contoh kamus jenis ini antara lain Inggris Indonesia oleh John M. Echols dan Hassan Shadily (1996), Kamus Aceh Indonesia oleh Aboe Bakar et al. 1985, Dictionary of Sa’adah (Inggris-Arab) oleh Khalil Sa’adah, Al-Kamil li at-Tullab (Prancis-Arab) oleh Yusuf Muhammad Ridha, dan lain-lain.

Ingin memperdalami kosa kata diberbagai bahasa Internasional & Daerah? Bisa kunjungi situs maknaa pada tautan tersebut.

Jenis kamus ini untuk tujuan praktis dan intermiten. Artinya, bagian pertama kata dalam bahasa A menjelaskan artinya dalam bahasa B, kemudian pada bagian kedua kata dalam bahasa B artinya dijelaskan, artinya dijelaskan dalam bahasa A.

3) Kamus Multibahasa

Kamus multi-bahasa adalah kamus di mana kata-kata dari bahasa sumber dijelaskan dengan padanan tiga bahasa atau lebih. Biasanya kata-kata bahasa sumber hanya dijelaskan dengan kata-kata yang sama dengan bahasa target. Jadi, jika sumber bahasanya adalah bahasa A, padanannya diberikan dalam bahasa B, C, D, dan seterusnya. Tujuan kamus itu bermacam-macam.

Tujuan kamus monolingual biasanya dibuat deskriptif dan normatif, sedangkan tujuan pembuatan kamus dwibahasa adalah untuk membantu menerjemahkan teks asing ke dalam bahasa yang digunakan pengguna kamus.

Tingkat informasi kamus dalam kamus sangat bergantung pada apakah entri dalam kamus dapat membantu tujuan terjemahan. Ukuran atau jumlah entri dalam kamus hanyalah perkiraan seberapa informatif kamus itu.

Berdasarkan ukurannya, kamus bisa dibagi menjadi empat tingkatan yaitu:

1) Kamus besar: memiliki enam puluh ribu entri lebih.
2) Kamus sedang: mempunyai antara tiga puluh lima ribu sampai enam puluh ribu entri.
3) Kamus kecil/ ringkas: mencapai sekitar tiga puluh ribu entri.
4) Kamus saku: mencakup antara lima ribu sampai lima belas ribu entri.