Pengalaman Kerja di Agency: Bagaimana Rasanya?

Kalau ditanya ‘kenapa sih kerja di agency?’, jawaban aku bisa saja bakal klise. Yah, kebetulan aku kuliah di jurusan yang biasanya lulusannya memilih bekerja di agency, menjadi peluang aku terpapar Info soal dunia per-agency-an ini otomatis lebih besar ketimbang pekerjaan yang lain.

Tapi jikalau ditanya, ‘apa yang aku dapatkan sesudah bekerja di agency?’, cerita aku sebagai anggota dari FULLSTOP berikut ini bisa saja mampu beri tambahan view yang baru kepada FULLSTOPPERS semua.

 

Apa itu agency dan apa tugasnya?

Nah, pada mulanya mari kami ulas pernah mengenai apa itu agency dan apa role-nya. Tidak mampu dipungkiri bahwa kompetisi branding Indonesia (atau bahkan, specifically, branding Surabaya) makin ramai. Di sinilah agency berperan. FULLSTOP sendiri merupakan creative agency indonesia yang mengatasi branding Surabaya, yang tugas utamanya ialah mendukung klien meraih goalsnya lewat riset, konsultasi, dan maintenance merek secara konsisten.

Be creative 24/7

Being creative is a must! Di agency, Anda dituntut untuk menjadi kreatif sepanjang 24 jam per tujuh hari. Yep, ada bermacam macam client dengan bermacam case, goal, dan cara penanganan yang berbeda-beda, menjadi Anda harus mampu switching dari satu klien ke klien yang lain. Ada kalanya aku menyebabkan copywriting yang condong strict dan maskulin untuk sebuah produk celana dalam.

Setelah itu, aku harus mengubah feel sehingga mampu menyebabkan konten social fasilitas yang cute untuk klien lain yang menjual gelato. Bingung, sumpek, buntu ide? Pasti. Apalagi jikalau deadline udah melingkar manis di kalender. Tapi terhadap akhirnya, inilah yang menyebabkan pekerjaan di agency seru, dikarenakan apa yang dilaksanakan tidak repetitif dan monoton.

 

Agency life is like riding a roller coaster

Sejujurnya, itulah yang aku rasakan sampai sekarang. Kerja di agency rasanya layaknya naik roller coaster. Selalu ada bisa saja terjadi hal-hal yang tak terduga tiap-tiap hari. Kenapa aku menggunakan analogi menaiki roller coaster? Karena rasanya layaknya perlahan-lahan naik ke atas, menunggu selagi untuk terjun ke bawah.

Kadang aku terasa risau dan cemas, namun sesudah dipikir lebih jauh, keadaan ini lah yang menyebabkan aku dipaksa studi untuk selamanya punya visi ke depan, selamanya punya solusi untuk tiap-tiap permasalahan, dan berani menyebabkan keputusan. Kuncinya adalah: aku harus mengubah mindset. Saya bisa saja tidak memahami kapan waktunya terjun ke bawah, namun aku memahami aku pasti bakal terjun ke bawah. So, be ready. Anytime.

 

While you develop your work, the agency also develops you.

Inilah poin yang aku rasakan namun dulunya tidak aku sadari. Bagi seorang profesional, bekerja di agency sesuai untuk Anda yang puas mengerjakan hal yang penuh tantangan, yang menuntut Anda untuk selamanya berpikir cepat, dan berikan Anda banyak relasi dan wawasan baru.

Namun, bagi yang tetap pemula (baca: segar graduate) layaknya saya, bekerja di agency mendukung aku membentuk lagi pembawaan dan menciptakan etos kerja yang baik.

Di agency Anda tidak bekerja sebagai ‘aku’, melainkan sebagai ‘kami’. Hal ini bakal menyebabkan Anda studi untuk mengorganisasi pekerjaan secara efisien, terhitung menyebabkan perencanaan yang matang, mendelegasi tugas, mengerjakan tugas sesuai brief dan deadline, dan jalankan evaluasi setelahnya.

Dengan memahami bahwa apa yang Anda jalankan bakal bersinggungan dengan aspek-aspek lain (misal: terlambat merevisi design bakal menyebabkan sistem memproduksi terhitung terlambat), maka Anda bakal bekerja dengan lebih hati-hati dan teliti.

Selain itu, aku terhitung studi mengontrol emosi aku sendiri. Masuk ke dunia agency terlalu menyebabkan aku muncul dari zona nyaman, dan jujur bagi aku itu bukan suatu hal yang mudah.

Namun, output-nya terhitung bukan suatu hal yang aku sesali. Saya sebenarnya tetap tetap berproses, dan terhadap momen-momen khusus aku terasa bahwa pekerja agency tidak hanya bekerja untuk mengembangkan apa yang menjadi tanggung jawabnya, namun pekerjaan ini terhitung mendukung menyebabkan mereka berkembang.