Kebutuhan Protein Optimal Untuk Atlet

Fitnes|sport

Kebutuhan Protein Optimal Untuk Atlet

Kebutuhan Protein Optimal Untuk Atlet

Seorang atlet membutuhkan asupan makanan yang cukup yang menjamin kesehatan yang optimal untuk mencapai prestasi yang tinggi. Tetapi banyak atlet berbakat tidak memahami hubungan langsung antara nutrisi yang cukup dan bentuk tubuh, daya tahan, kebugaran, dan menghindari kecelakaan olahraga. Artikel berikut membahas salah satu zat gizi, protein yang berkaitan dengan kebiasaan makan atlet, pertumbuhan dan kekuatan, serta performa atlet, dengan harapan agar atlet, pelatih, manajer, ahli gizi dan pihak yang memberikan pelayanan kepada atlet memahami dan bertindak mengamalkannya. dalam tugas sehari-hari yang sebenarnya.

Zat Protein

Protein dari makanan yang kita makan setiap hari bisa berasal dari sumber hewani atau nabati. Protein dari hewani seperti daging, ikan, ayam, telur, susu, dll. Disebut protein hewani, sedangkan protein dari tumbuhan seperti kacang-kacangan, tempe dan tahu disebut protein nabati. Di masa lalu, protein hewani yang lebih berkualitas dianggap sebagai protein nabati karena mengandung asam amino yang lebih lengkap.

Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa kualitas protein nabati bisa sama tingginya dengan protein hewani, asalkan makanan sehari-hari bervariasi. Dengan variasi masakan yang beragam, atau menu yang seimbang, kekurangan asam amino pada satu bahan makanan dapat ditutupi oleh kelebihan asam amino pada makanan lain. Begitu juga dengan lauknya: ada nasi atau penggantinya, lauk pauk, sayur-sayuran dan buah-buahan, apalagi kalau ditambah susu, komposisi lauknya sehat. Tidak hanya kuantitas atau kualitas zat gizi yang kita butuhkan terpenuhi, tetapi kualitas zat gizi yang kita konsumsi juga berkualitas tinggi.

Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, pembentukan otot, pembentukan sel darah merah, pertahanan tubuh terhadap penyakit, enzim dan hormon, serta sintesis jaringan tubuh lainnya. Protein dicerna menjadi asam amino, yang kemudian diproduksi oleh protein tubuh di otot dan jaringan lain. Protein dapat berfungsi sebagai sumber energi jika karbohidrat yang dicerna tidak mencukupi, misalnya dengan diet ketat atau aktivitas fisik yang intens. Sekitar 15% dari total kalori yang dikonsumsi sebaiknya berasal dari protein.

Apakah atlet perlu makan banyak protein?

Secara tradisional, atlet harus makan lebih banyak daging, telur, ikan, ayam, dan sumber protein lainnya, karena protein secara teoritis membangun massa otot yang dibutuhkan atlet.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bukan protein tambahan yang membangun otot, tetapi olahraga. Latihan intensif yang membangun otot. Untuk membangun dan memperkuat otot, Anda harus menggunakan latihan ketahanan seperti angkat beban dalam program latihan Anda.

Untuk menyerap energi yang cukup untuk latihan pembentukan otot, makanan harus mengandung 60% karbohidrat dan 15% protein dari total energi. Kedengarannya aneh, tetapi pada kenyataannya, seorang binaragawan dan pelari maraton bisa makan hidangan yang sama. Seorang binaragawan cenderung lebih berotot daripada seorang pelari, dan karena itu mereka membutuhkan lebih banyak energi.

Tidak jarang para atlet menjadi bingung dengan rekomendasi diet. Seorang atlet angkat besi diharapkan untuk makan lebih banyak daging, steak, telur dan ayam untuk membangun otot, dan Anda disarankan untuk minum minuman berprotein. Tapi itu tidak benar-benar terjadi. Seorang atlet angkat besi membutuhkan lebih banyak karbohidrat. Karena karbohidrat dibutuhkan untuk cadangan energi di otot. Anda tidak dapat mengangkat beban berat ketika karbohidrat yang tersedia di otot Anda telah habis. Makanan yang bergantung pada protein tidak menyediakan bahan bakar untuk otot, sehingga kinerjanya optimal.

Diet terbaik untuk atlet harus menyediakan protein yang cukup, tetapi tidak terlalu banyak, untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot yang aus, memproduksi hormon, dan mengganti sel darah merah yang mati dengan yang baru. Atlet sering makan makanan yang kaya protein, sehingga mereka menggandakan kebutuhan mereka; Kelebihan protein yang dicerna disimpan dalam bentuk lemak tubuh.

Masalah Terlalu Banyak Protein

Setiap orang yang terlalu banyak mengkonsumsi protein, akan lebih sering kencing karena protein di dalam badan dicerna menjadi urea, suatu senyawa dalam bentuk sisa yang harus dibuang melalui urine. Terlalu sering ke toilet akan kurang menyenangkan karena mengganggu latihan, apalagi kalau sedang dalam kompetisi. Terlalu banyak atau sering kencing merupakan pula beban berat ginjal dan meningkatkan resiko terhadap dehidrasi atau kekurangan cairan buat atlet.

Bahan makanan berprotein tinggi, misalnya daging, ayam, ikan, dan lain-lain harganya relatif mahal. Kalau bahan pangan ini dikurangi, dan anda makan lebih banyak sereal, sayur dan buah, berarti akan ada penghematan, karena harga bahan-bahan pangan yang disebut terakhir ini lebih murah.

Selain itu, bahan makanan tinggi protein biasanya mengandung pula tinggi lemak. Untuk kesehatan jantung, pencegahan kegemukan, dan peningkatan performa, anda sebaiknya tidak makan banyak lemak, terutama lemak hewani yang seringkali terdapat banyak dalam bahan makanan berprotein tinggi.

Suplemen Protein

Advertensi sering memberikan harapan yang muluk-muluk, tetapi anda lebih baik tidak mempercayainya atau paling sedikit, lebih bijaksana menginter-pretasikannya. Menurut advertensi, protein powder atau asam-asam amino powder seperti arginine, ornithine, dan asam-asam amino bebas adalah essensial untuk pembentukan otot. Anda menurut advertensi tersebut direkomendasikan makan suplemen ini kalau menginginkan pembentukan otot yang optimal.

Jika anda menginginkan otot yang lebih besar dan lebih kuat, maka anda akan mendapat keuntungan yang lebih banyak daripada mengkonsumsi suplemen, bila anda memahami keterangan berikut:

  • Latihan, bukan protein yang berperanan membuat otot lebih besar dan kuat.
  • Jika anda mengkonsumsi cukup kalori dari karbohidrat, maka kelebihan protein yang dikonsumsi akan dikonversi atau disimpan dalam bentuk lemak badan. Badan anda akan bertambah gemuk, dan prestasi optimal tidak akan tercapai.
  • Jumlah uang yang anda belanjakan untuk suplemen jauh lebih banyak, dobel atau tripel dari jumlah uang yang dibelanjakan untuk makanan untuk mendapatkan jumlah zat-zat gizi yang sama. Sumber Rangkuman Terlengkap : KelasPJOK.Com