Debit Air untuk Areal Kota Bangli Melimpah

Dari hasil pengukuran debit air lebih-lebih menyasar beberapa sumber air yang menyuplai air bagi pembeli areal kota Bangli dengan mempergunakan alat Ultra Sonik, ternyata debit air melebihi kebutuhan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur PDAM Bangli I Wayan Gde Yuliawan Askara, saat dilakukan konfirmasi hasil pengukuran debit, Minggu (20/8). Kata dia, untuk pengukuran debit dengan mempergunakan alat Ultra Sonik, pihaknya menggadeng PDAM Gianyar, pasalnya belum memilki perangkat Ultra Sonik.

Sebutnya, untuk pilot projet, pengukuran menyasar beberapa sumber mata air yang menyuplai pasokan air bagi pelanggan areal Kota Bangli. Proses pengukuran debit yang diawali pukul 09.00 wita hingga pukul 20.00 wita menyasar delapan sumber yaitu diantaranya mata air Arca, Tirta Barong, Penglipuran 3, Tegal Suci, Gamongan (Kayubihi), Kayubihi Barat dan Cingang.

Saat dijalankan pengukuran debit di mata Air Arca yang memanfaatkan tenaga pompa dengan kapasitas 20 liter/ detik dengan one beda tinggi 80 mtr. ternyata hasil pengukuran kapasitas airnya 21,73 liter/detik. “Ternyata debit airnya amat besar melebihi berasal dari prediksi awal kita,” ungkap Yuliawan Askara didampingi Kasubag Perencanaan Teknik I Wayan Gunawan.

Dari hasil pengukuran yang dijalankan di delapan sumber mata air, hasil memproduksi sebesar 120 liter/detik, dengan kuantitas pembeli arela kota Bangli sebanyak 5336 pembeli yang cakupanya berasal dari Banjar Brahmana Bukit keselatan hingga banjar petak hingga Jelekungkang dan ujungnya baratnya Banjar Kawan dan juga ujung timurnya banjar Sidembunut hingga Tegalalng dan berasal dari hasil hitung- hitungan untuk areal Kota Bangli berlebihan debit.

Namun di balik berlebihan memproduksi itu, ternyata setelah dijalankan pengecekan di bak reserpoart, ternyata ketinggian air cuma 20 cm. Dari hasil temuan itu, diprediksi udah berlangsung kebocoran yang lumayan tinggi hingga menyentuh angka 48 persen. Menyikapi kebocoran itu maka dapat dirancang di delapan Distrik Meter Area (DMA) dapat dipasang water meter 2 inchi, manometer dan palep dengan pola di blok.

Sehingga dapat lebih mudah jelas besaran debit air didalam kronologis pipa dan mempermudah memprediksi berlangsung kebocoran. “Angka kebocoran sebenarnya lumayan tinggi, upaya kita adalah menghimpit angka kebocoran,” sebut Yuliawan. Askara sembarai memberikan kebocoran berlangsung lebih karena suasana pipa yang kita miliki usianya udah tua.

Lantas disinggung apakah pihak PDAM tidak merencanakan belanja alat Ultra Sonik? Memang kea rah itu ada, tetapi wajib pertimbangan dan j segala sesuatunya juga wajib memanfaatkan skala proritas.