Cara Pelaku Ekonomi Kreatif Bertahan di Tengah Pandemi

Cara Pelaku Ekonomi Kreatif Bertahan di Tengah Pandemi

Ketika sedang mengalami krisis, contohnya adalah saat ada pandemi, salah satu sektor yang paling terdampak adalah industri ekonomi kreatif. Restoran yang tutup, para seniman yang tidak bisa bekerja dan masih banyak lagi, membuat para pelaku di industri ini harus mengambil sikap bertahan.

Walaupun sulit, namun satu-satunya cara yang harus ditempuh adalah bertahan dan membuat beberapa perubahan. Kondisi yang tidak menentu dan belum tahu kapan akan berakhir membuat kreativitas benar-benar harus dimaksimalkan.

Cara Agar Pelaku Ekonomi Kreatif Bertahan Kala Pandemi

  • Saling Dukung

Ketika terjadi krisis maka perlahan-lahan satu demi satu usaha akan tutup. Hal ini tentu berdampak pada akan bertambahnya jumlah pengangguran dan bisa saja meningkatkan tindakan kriminal. Di kala seperti ini, maka hal yang bisa dilakukan adalah saling mendukung.

Dulu, ketika setiap kompetitor harus diwaspadai, maka sekarang mereka harus dianggap sebagai rekanan. Untung kecil tidak mengapa, toh ketika nanti keadaan sudah pulih, persaingan bisa kembali dilanjutkan.

Hal ini pula yang beberapa waktu lalu diadaptasi oleh Burger King. Salah satu merchant makanan cepat saji ini membuat pernyataan yang akhirnya viral dan diikuti jejaknya.

Dalam press release yang dikeluarkan manajemen BK, mereka menyarankan agar pelanggan jangan hanya membeli dari BK saja, tapi juga dari Mc Donalds.

Padahal, kamu tahu bahwa kedua usaha ini adalah kompetitor turun temurun. Namun, keduanya bisa bekerja sama agar ekonomi bisa terus bergerak, yang akhirnya akan menguntungkan mereka juga nantinya.

  • Berganti Strategi

Saat Pizza Hut mulai berjualan di jalan dengan menjajakan pizza murah seharga Rp15.000,- atau restoran sekelas Ta Wan membuat menu terjangkau dengan harga jauh di bawah harga normal mereka. Banyak orang berpendapat bahwa mereka sedang menurunkan standar.

Padahal, itu adalah strategi yang bagus. Di saat seperti ini, daya beli masyarakat memang terbilang rendah, maka harga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan ketika akan membeli sesuatu.

Di saat restoran sekelas Pizza Hut dan Ta Wan yang sudah terkenal dengan masakannya dan harga yang relatif mahal menjual makanan harga merakyat, tentunya akan banyak orang yang tertarik.

Dengan harga yang terjangkau, maka semua kelas sosial bisa mencicipi makanan tersebut. Hal ini juga berarti menyelamatkan karyawan restoran dari PHK karena tempat mereka bekerja masih bisa beroperasi.

  • Beralih ke Usaha Daring

Virus Covid-19 yang mengharuskan orang untuk menjaga jarak, tidak boleh berkerumun dan membatasi aktivitas, membuat usaha sektor ekonomi kreatif yang selama ini bergantung pada usaha tatap muka menjadi terdampak.

Maka dari itulah, harus dipikirkan cara lain agar tetap bisa berhubungan dengan klien walau tidak bertatap muka secara langsung. Cara yang dimaksud tentu adalah dengan cara daring. Dengan memanfaatkan fasilitas teleconference, maka pertemuan masih bisa berlangsung.

Para tutor masih bisa mengajar lewat daring, begitu pula dengan para musisi yang menggelar konser virtual. Usaha kuliner yang memanfaatkan aplikasi daring untuk pemesanan bahkan proses pemotretan yang bisa dilakukan dari jauh.

Bahkan fleksibilitas cara daring ini dirasakan malah lebih meringankan dan diprediksi akan bisa bertahan lama walaupun pandemi sudah usai.

  • Beralih ke Bentuk Lain

Ketika muncul keadaan yang tidak menentu, maka setiap pelaku usaha harus memikirkan cara agar kerugian bisa diminimalisir. Untuk usaha kuliner, yang bahan-bahannya tidak seawet usaha seni dan fashion, harus berpikir cerdas dan kreatif.

Tak heran, sekarang ini banyak sekali muncul inovasi yang bahkan belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Para pengusaha kopi kekinian, meracik kopi mereka dengan takaran satu liter untuk pelanggannya. Hal ini bertujuan agar para pecinta kopi tetap bisa menikmati kopi kesukaan mereka di rumah, dan selalu ada persediaan ketika membutuhkan asupan kafein.

Inovasi juga dilakukan oleh para pelaku bisnis makanan jadi, kreasi makanan beku, hingga makanan yang dibuat instan menjadi salah satu solusi. Maka tak heran jika kamu menemukan paket mie ayam yang bisa diracik sendiri atau menu grill kekinian yang bisa diantarkan ke rumah.

Ketika krisis menyerang, industri ekonomi kreatif memang terpukul. Namun, berkat kreativitas, inovasi serta semangat yang tidak pernah surut, maka usaha semacam ini pasti akan tetap bisa bertahan.

Sumber : https://www.kemenparekraf.go.id/