Belajar soal Aqiqah Lebih dalam Lagi

Bicara soal Aqiqah tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita umat Islam, pasalnya Aqiqah adalah salah satu Ibadah kita kepada Allah SWT , dengan banyak keutamaan didalam Ibadah ini membuat siapaaa saja umat Islam ingin segera melakukan Ibadah Aqiqah ini, berikut beberapa penjelasan tentang Aqiqah yang banyak dibahas

Pengertian Aqiqah

Dilansir dari berbagai sumber, Aqiqah berasal dari bahasa Arab yaitu “al-qar’u”yang memiliki arti “memotong”.

menurut istilah, Aqiqah adalah proses kegiatan menyembelih hewan ternak (Kambing) pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan.

Namun, waktu aqiqah sendiri biasanya dapat dilakukan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran seorang anak.

Tata Cara Aqiqah yang Di Ajarkan Islam

1. Waktu Aqiqah

Nabi Muhammad SAW bersabda “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya”.

Berdasarkan hal tersebut, maka para ulama menyepakati bahwa waktu aqiqah yang paling baik adalah hari ke-7 sejak kelahirannya.

Namun, jika seseorang terhalang karena faktor ekonomi yang tidak memungkinkan, maka kewajiban melaksanakan aqiqah pun gugur.

Apabila memang benar-benar tidak mampu, seorang muslim diperbolehkan untuk meninggalkan atau tidak melakukan aqiqah tersebut.

2. Syarat Memilih Hewan Aqiqah

Tata cara aqiqah dalam Islam lainnya, adalah memilih hewan untuk disembelih dengan kriteria yang serupa dengan hewan kurban seperti kambing dan domba yang sehat.

Umur dari hewan ternak tersebut pun perlu diperhatikan, yaitu tidak boleh kurang dari setengah tahun usianya.

Baca Juga Aqiqah Cilacap

Belajar soal Aqiqah Lebih dalam Lagi

3. Membagi Daging Aqiqah

Dalam Islam, daging aqiqah yang sudah disembelih harus dibagikan kepada tetangga dan kerabat. Tetapi, terdapat perbedaan antara daging kurban dan daging aqiqah.

Daging aqiqah harus diberikan dalam keadaan sudah matang, atau tidak boleh mentah. Hal ini berbanding terbalik dengan hewan kurban yang boleh membagikan daging mentah.

Hadist Aisyah RA: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (Hadits riwayat al-Bayhaqi)

Orang yang memiliki hajat dan keluarganya juga disunahkan untuk mengonsumsi daging aqiqah. Lalu, sepertiga daging lainnya diberikan kepada tetangga dan fakir miskin.

4. Memberi Nama Anak saat Aqiqah

Pada tata cara aqiqah, disunnahkan untuk mencukur rambut bayi dan memberi nama yang memiliki arti yang baik.

Karena, nama yang baik akan mencermikan perilaku serta akhlaknya kepada Allah SWT, dan lingkungan sekitarnya.

Kita juga dapat memilih nama yang diambil dari Al-Qur’an atau potongan kata dalam Ayat Suci Maupun Surah Surahnya yang memiliki makna jelas dan do’a yang baik.

5. Mencukur Rambut

Tata cara aqiqah lainnya adalah dengan memotong rambut bayi. Rasulullah SAW menganjurkan agar melakukan cukur rambut pada anak baru lahir di hari ke-7. Bersamaan dengan Aqiqah dan pemberian nama tentunya acara ini akan menjadilebih sempurna.

6. Bacaan Doa bagi Bayi yang Diaqiqahkan

Berikut ini adalah bacaan doa aqiqah bagi anak yang sedang diaqiqah:

U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah”.

Artinya: “Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian.”

Berikut beberapa dalil mengenai Hukum Melaksanakannya Aqiqah

Di bawah ini terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang sunnahnya melaksanakan aqiqah bagi anak yang baru lahir.

  • Dari Samurah bin Jundab, Rasulullah SAW bersabda: “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”(Hadits shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad , Ad Darimi)
  • Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, Rasulullah SAW bersabda: “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.”(Hadits Riwayat Bukhari)
  • Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, Rasulullah SAW bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.”(Hadist Riwayat Ahmad, Thabrani dan al-Baihaqi)
  • Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.”(Hadits Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  • Dari ‘Amr bin Syu’aib, Rasulullah SAW bersabda. : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”(Hadits Riwayat Abu Dawud, Nasa’I, Ahmad)
  • Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda : “Mengaqiqahi Hasan dan Husein dengan satu kambing dan satu kambing kibas.”(HR Abu Dawud)