Begini Cara Mengatur Keuangan di Tahun Baru Imlek

Bisnis

Tahun baru Imlek menjadi momen yang tepat untuk merencanakan ulang keuangan, terutama jika sudah berkeluarga dan memiliki anak yang juga harus dipikirkan pendidikan serta masa depannya kelak.

Buat saya, awal tahun baru Imlek memang momentum yang tepat untuk meninjau ulang pengeluaran. Tujuannya agar ada sisa uang yang bisa dialokasikan untuk pos-pos yang lainnya. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa saya bagikan bagaimana cara mengatur keuangan di tahun baru Imlek yang sebentar tiba.

Fokus pada tujuan finansial

Tahun baru sangat lekat dengan resolusi keuangan. Jadi, jangan sampai tujuan finansial yang sudah dirancang gagal di tengah jalan. 

Contoh kecil jika kamu punya tujuan untuk mengumpulkan uang tabungan dalam jumlah tertentu di saat butuh handphone untuk keperluan pekerjaan. Tetaplah fokus pada tujuan sembari memanfaatkan layanan kredit hp tanpa uang muka. Sehingga dua-duanya bisa berjalan beriringan.

Kontrol pengeluaran 

Kunci utama dalam mengatur keuangan adalah pengendalian pengeluaran. Kerap kali terjadi pengeluaran lebih besar daripada penghasilan sehingga ujung-ujungnya jadi terlilit utang. Kondisi tersebut saat ini sudah tidak relevan lagi di mana makin banyak masyarakat yang melek tentang finansial.

Oleh karena itu, batasi cicilan kamu jangan sampai lebih dari sepertiga penghasilan. Sehingga sisanya bisa kamu pergunakan untuk kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya.

Atur ulang bujet bulanan

Jika masih punya utang atau beban, utamakan untuk melunasi yang bunganya paling besar. Setelah itu baru atur ulang bujet bulanan dengan proporsi atau kombinasi yang sesuai. Misalnya 40 untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk tabungan, dana darurat, serta dana pensiun, 30 persen lainnya tetap difokuskan untuk membayar kewajiban bulanan seperti cicilan rumah, kendaraan, kredit handphone dan lain sebagainya.

Pikirkan dana pensiun di masa tua

Jika usia kamu sudah memasuki kepala tiga, maka sebenarnya kamu punya waktu sekitar 30 tahun lagi untuk menikmati masa tua tanpa beban utang. Pada masa pensiun pun sudah seharusnya kamu menikmati hasil kerja misalnya dengan memiliki passive income sehingga kamu tidak perlu bekerja lagi 100 persen seperti saat masih muda. Jadi, mulailah rencanakan masa tua yang ideal sesuai dengan keinginan kamu sendiri.

Pastikan dana darurat pun juga aman

Kondisi perekonomian yang naik turun membuat kita harus mengencangkan ikat pinggang. Apalagi saat ini masa pandemi belum berakhir. Namun demikian, tetaplah optimistis karena sejujurnya banyak juga yang bisa mendapatkan cuan di tengah masa pandemi.

Paling penting saat ini adalah mengalokasikan dana darurat. Idealnya dana darurat bisa menutupi kebutuhan pokok antara enam sampai dengan 12 bulan ke depan. Sehingga dalam kondisi ekonomi yang menurun, kamu masih tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

Jika kondisinya berbanding terbalik dari yang diharapkan, masih ada alternatif yang bisa dimanfaatkan seperti melalui pinjaman online. Pinjol dikenal memberikan kredit hp tanpa uang muka sekaligus menyediakan pinjaman tunai untuk dana darurat. Salah satunya adalah Kredivo, yang telah terdaftar di OJK sehingga lebih aman dan memiliki kepastian hukum. 

Sesuai dengan informasi yang bisa didapatkan lewat website utama maupun aplikasi resminya, Kredivo memberikan bunga yang cukup terjangkau sebesar 2,6% per bulan. Ada biaya admin yang akan dipotong di muka sehingga uang yang dipinjam tidak akan utuh diterima. Biaya adminnya sendiri sebesar 6% hanya dikenakan satu kali saja. Biaya admin ini anggap saja sebagai kompensasi karena nasabah tidak perlu menyediakan agunan/jaminan ataupun uang muka..

Soal waktu mencicil juga cukup fleksibel dengan pilihan antara 3 bulan 6 bulan. Sehingga masih ada waktu untuk mengembalikannya sesuai dengan kemampuan finansial. Untuk urusan utang makin cepat makin baik. 

Syarat pendaftaran juga cukup mudah, punya penghasilan tetap minimal Rp3 juta per bulan, berusia antara 18-60 tahun dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon, Balikpapan, Batam, Purwakarta, Padang, Pekanbaru, Manado, Samarinda, dan Kediri.