Beda dengan Orang Dewasa, Orang Tua Wajib Waspadai Gejala TBC pada Anak

Sumber : www.bundapedia.com

TBC pada anak umumnya terjadi karena terjangkit dari orang dewasa yang terkena. Selainnya batuk, tuberkulosis pada anak dapat mengakibatkan demam dan membuat anak rewel. Untuk menanganinya, anak kemungkinan harus konsumsi obat sepanjang enam bulan tanpa putus untuk menahan bakteri kemballi kuat dan mengakibatkan kumat.

 

Tuberkulosis (TBC) ialah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang serang paru-paru. Bukan hanya ke orang dewasa, TBC bisa juga terjadi pada anak.Bahkan juga, anak terhitung umur rawan pada beragam infeksi atau penyakit menyebar.

 

Untuk itu, penting untuk orangtua untuk pahami pemicu, tanda-tanda, proses pengecekan, dan penyembuhan TBC yang pas untuk anak di bawah ini.

 

Penyebab TBC pada anak

 

TBC pada anak biasanya muncul karena terjangkit dari orang dewasa yang terkena. Orang yang terkena tuberkulosis umumnya menebarkan bakteri melalui droplet (recikan air liur) yang keluar saat batuk atau bersin.

 

Jika anak atau bayi bersisihan sama orang dewasa yang terkena, bakteri yang menyebar pada udara dapat terisap. Perihal ini pula yang selanjutnya mengakibatkan penyebaran TBC pada anak.

 

Penularan TBC tidak ada melalui anak-anak. Maknanya, anak-anak pasien TBC yang berumur kurang dari sepuluh tahun jarang-jarang dapat menyebarkan ke orang lain. Mereka condong mempunyai sedikit bakteri dalam dahaknya dan jarang-jarang batuk.

 

Berbeda sama orang dewasa, saat terkena bakteri pemicu TBC (tuberkulosis), anak-anak dan bayi lebih gampang sakit dibanding sama orang dewasa. Orang dewasa yang terkena tuberkulosis umumnya datang dari infeksi TB laten di periode lalu yang “menggugah” kembali bakteri saat mekanisme imun sedang kurang kuat.

 

Gejala TBC pada anak

 

Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang mengontaminasi paru-paru anak memunculkan beberapa ciri khusus pada keadaan anak. Gejala-gejala umum penyakit tuberkulosis pada anak diantaranya:

 

– Demam

– Capek

– Kurang kuat

– Rewel dan gampang geram

– Batuk terus-terusan

– Napas berat dan cepat

– Berkeringat pada malam hari

– Bengkak kelenjar getah bening

– Pengurangan berat tubuh atau berat tidak juga naik dalam dua bulan

– Anak jadi kurang aktif

– Perkembangan yang terusik

 

Gejala TBC pada bayi dan anak ini dapat makin lebih buruk bila tidak diatasi secara baik. Pada beberapa kasus tuberkulosis pada anak yang berumur kurang dari empat tahun, bakteri bisa menebar lewat pembuluh darah dan mempengaruhi semua organ pada tubuh.

 

Kondisi ini bisa juga ke arah pada tuberkulosis meningitis yang mempengaruhi otak dan mekanisme saraf pusat.

 

Pemeriksaan TBC pada anak

 

Pemeriksaan TBC dilaksanakan oleh dokter untuk pastikan keadaan anak Anda. Awalannya, dokter akan memberi beberapa pertanyaan berkaitan kisah kesehatan anak dan keluarga.

 

Selanjutnya, dokter kemungkinan mereferensikan pengecekan tuberculin skin tes atau test mantoux. Test ini dilaksanakan dengan menyuntikkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang tidak aktif ke kulit lengan bawah. Bila anak alami infeksi tuberkulosis, kulit anak akan membesar (indurasi) dan memeras di tempat suntikan.

 

Untuk memastikan ada infeksi aktif atau infeksi di saat lalu, dokter kemungkinan akan lakukan rontgen dada. Bila hasil rontgen memperlihatkan infeksi aktif, dokter akan mereferensikan pengecekan dahak (sputum test), khususnya pada anak berumur di atas lima tahun. Hasil pengecekan berikut yang nanti akan tentukan tipe penyembuhan TBC pada anak.

 

Pengobatan TBC anak

 

Dalam jurnal Europe PMC Funders Grup penyembuhan TBC, baik pada anak dan dewasa, mempunyai tujuan mengobati pasien TB, kurangi penyebaran, dan menghindar ada kekebalan atau tahan pada obat dalam masyarakat (TB MDR). Penyembuhan TBC dilaksanakan lewat 2 babak, yakni:

 

– Fase intens, dilaksanakan dengan memakai gabungan obat bakterisida. Obat ini mempunyai tujuan mematikan bakteri pemicu TB yang bisa lebih cepat.

 

– Fase kelanjutan, dilaksanakan dengan memakai sedikit obat untuk memberantas kuman yang tumbuh lebih lamban.

 

Pengobatan anti tuberkuloasis (OAT) umumnya dilaksanakan dengan beberapa macam obat TBC dalam waktu tertentu, umumnya enam bulan. Disiplin minum obat sesuai saran dokter sebagai kunci sukses penyembuhan TBC.

 

Pastikan orangtua ingat secara baik agenda minum obat anak. Mematuhi ketentuan minum obat TBC bisa meminimalkan resiko bakteri tahan antibiotik dan kewajiban konsumsi obat yang lebih kuat.