Bayi Sering Kentut? Kenali Penyebab Dan Cata Mengatasinya

Bayi Sering Kentut? Kenali Penyebab Dan Cata Mengatasinya

 Kentut adalah flatus atau sesuatu yang sering terjadi pada kehidupan manusia. Kentut bisa terjadi karena beberapa sebab, dari kembung, sakit perut atau pencernaan, atau masalah lainnya. Kentut biasa terjadi pada orang dewasa tapi jika terjadi pada bayi, kentut bisa jadi masalah yang cukup serius. Biasanya ibu akan langsung panik jika mendapati bayinya kentut beberapa kali.

Ada dua hal penyebab bayi sering kentut. Pertama karena adanya masalah pada pencernaan dan kedua terjadinya perut kembung akibat produksi gas berlebih. Beberapa hal yang menyebabkan gas berlebih pada usus bayi yaitu tertekannya udara saat menghisap ASI, produksi gas oleh kuman komensal di usus besar, dan penyerapan makanan yang tidak sempurna sehingga membentuk gas seperti ubi, keju, kol, dan sawi.

Kembung pada bayi ini akan menimbulkan nyeri pada perut jika dibiarkan lama-lama. Akan lebih baiknya jika ibu bisa menangani dengan cepat dan tepat. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar bayi tidak lagi merasakan kembung, berikut tipsnya.

  1. Hindari makanan flatugenik

Pemberian MPASI pada bayi bertujuan untuk memberikan kandungan nutrisi lengkap pada bayi. Namun kurangnya pengetahuan ibu mengenai makanan flatugenik membuat bayi merasakan efeknya. Makanan flatugenik merupakan makanan yang bisa membentuk gas pada usus. Misalnya seperti ubi, kol, sawi, dan beberapa lainnya. Hindari memberikan MPASI berupa makanan flatugenik pada bayi agar bayi terhindar dari perut kembung. Anda bisa menggunakan sayur dan buah-buahan lainnya yang bebas dari kandungan gas namun memiliki banyak vitamin seperti wortel atau pisang.

  1. Pilih dot bayi yang sesuai

Salah satu penyebab kembungnya perut bayi yaitu ukuran dot yang tidak sesuai. Hal ini terjadi karena saat menyusu dengan dot yang tidak sesuai, bayi serta merta menelan udara sehingga secara tidak sadar ada bentukan gas di dalam perut bayi. Solusinya adalah pilihlah dot yang sesuai dengan ukuran mulut bayi. Tidak terlalu kecil ataupun terlalu besar. Anda juga bisa mengoleskan minyak telon sembari pijat sederhana di arean perut bayi seusai bayi menyusu.

  1. Bantu bayi bersendawa

Jangan biarkan bayi Anda merasakan perut kembung dalam waktu yang lama. bantu bayi Anda untuk mengeluarkan gas dengan cara memposisikan bayi menyandar ke bahu Anda dalam posisi berdiri. Kemudian tepuk-tepuk secara halus pada bagia punggungnya sampai bayi mengeluarkan sendawa sedikit demi sedikit. Anda dapat melakukan cara ini secara berulang terutama setelah bayi menyusu. Dengan begitu bayi akan terhindar dari kembung.

Kentut akibat kembung memang bukan suatu penyakit yang berbahaya namun kondisi tersebut bisa membuat bayi rewel karena tidak nyaman atau bahkan terasa nyeri pada bagian perutnya. Tidak ada salahnya jika Anda melakukan segala hal untuk membuat bayi Anda merasa nyaman.

Selain beberapa tips di atas, Anda juga harus mengecek kondisi bayi selama terjadi kembung. Apabila ada gejala lain seperti mencret atau susah buang air besar, susah makan, muntah, atau bahkan demam, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.