Bagaimana proses pengolahan air sampai dikemas pada produk air minum dalam kemasan ?

Intinya adalah, perusahaan air minum kemasan akan berusaha sampai titik darah penghabisan (lebay ya…!) untuk mencari sumber air baku yang parameternya mendekati parameter air minum di dalam kemasan dengan menggunakan Water Meter BR, sehingga treatment yang dibutuhkan tidak benar-benar kompleks dan membutuhkan biaya yang besar. Ingat, tidak seluruh sumber air layak untuk dijadikan sebagai air minum!.

Seperti diamati di dalam diagram diatas, prosesnya hanya bersifat sistem fisika dan disinfeksi penggunakan gas ozon atau ultraviolet.

Air baku dilewatkan lewat saringan pasir dan karbon aktif untuk menengahi partikel padat, sesudah itu lewat saringan yang berukuran 5 mikron, 1 mikron dan 0,4 mikron, sesudah itu dikerjakan sterilisasi bersama ozon atau ultraviolet sebelum masuk kedalam tanki memproduksi sampai selanjutnya dikemas dan didistribusikan kepada konsumen.

Diagram sistem diatas sifatnya tidak mengikat, bergantung kepada mutu air baku yang digunakan. Semakin jelek kualitasnya, maka sistem yang dibutuhkan akan jadi panjang dan kompleks dan perihal berikut berdampak pada biaya produksi.

Makanya jangan heran jikalau produsen air minum kemasan kadangkala mengangkut air baku untuk bahan baku air minum kemasannya dari tempat yang memadai jauh menggunakan truk-truk tanki.