6 tips investasi properti untuk pemula

Pada era ketidakpastikan, biasanya properti tetap menjadi investasi yang cukup aman dan diandalkan oleh pemilik modal. Karena harganya tidak mudah tergerus oleh inflasi.

Melalui tulisan ini kami ingin berbagi beberapa tips bagi anda yang ingin memulai investasi properti dimasa pendemi ini. Simak dan baca hingga tuntas ya.

  1. Pastikan properti yang dibeli menghasilkan

Kita tahu bahwa setiap investasi properti yang kita lakukan selalu ada biaya turunan yang mengikutinya. Seperti biaya perawatan, listrik, pajak dan lain sebagainya.

Oleh karenanya, pastikan properti tersebut menghasilkan. Setidaknya untuk menutupi biaya perawatan yang kami sebutkan diatas.

Dengan adanya penghasilan, maka kita tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membiayai properti yang baru saja kita beli. Banyak kesalahan dari pemula pada sisi ini. Mereka tidak pernah mempertimbangkan biaya turunan dari properti yang dibeli.

Selain itu, jika posisi properti yang dibeli berada pada posisi yang strategi. Itu bisa menjadi opsi yang bisa meningkatkan penghasilan bulanan anda melalui properti yang baru saja dibeli.

Saaat ini harga properti, terutama rumah terus naik. Karena biaya bangun rumah semakin naik dari waktu ke waktu. Terutama bahan bangunan seperti besi dan pasir.

  1. Tidak membeli properti yang sudah jadi

Salah satu tips membeli properti yang cukup jarang dipertimbangkan adalah membeli properti yang belum jadi secara utuh.

Jika properti yang dibeli masih belum sempurna, masih ada yang perlu diperbaiki. Maka kita bisa memperbaikinya untuk menaikan harga jual dari properti tersebut.

Banyak pemain properti yang memainkan cara ini, terutama mereka yang memiliki modal yang cukup besar. Sehingga bisa memperbaiki beberapa bagian dari properti yang dibeli untuk meningkatkan nilai jual dari properti tersebut.

Bahkan, beberapa juga membeli rumah dengan status lelang.

Untuk anda yang ingin mendapatkan gambaran berapa biaya renovasi rumah, silahkan kunjungi link tersebut untuk mendapatkan penjelasan lengkapnya.

  1. Uang untuk pembelian

Dalam kebanyakan kasus, Anda harus mendapatkan dana sebelum berinvestasi di properti, yang biasanya berbentuk pinjaman rumah yang diberikan oleh bank. Namun, setiap bank memiliki kriteria peminjaman yang berbeda, beberapa di antaranya mungkin menghasilkan tingkat suku bunga yang lebih menguntungkan bagi Anda.

Membayar untuk berkeliling untuk mendapatkan kesepakatan terbaik. Ini menjadi lebih mudah jika Anda memperoleh layanan dari pemberi obligasi , seperti pinjaman rumah, yang dapat mengajukan permohonan ke beberapa bank atas nama Anda.

  1. Perhatikan jenis properti yang berkinerja baik di pasar

Investor properti perlu mengikuti tren di pasar properti, yang dapat dipengaruhi oleh faktor politik dan ekonomi. Misalnya, properti judul bagian umumnya berkinerja baik di Indonesia karena popularitasnya di kalangan pelajar dan pembeli rumah pertama kali. Properti di komunitas yang terjaga keamanannya juga diharapkan berkinerja baik, karena masalah keamanan.

  1. tetapi juga melakukan diversifikasi

Meskipun demikian, jangan biarkan diri Anda terlalu terpaku pada tipe atau area properti tertentu. Berinvestasi di berbagai properti, yang tersebar di berbagai area, akan membuat portofolio Anda tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi pasar.

  1. Tenang saja

Ingatlah bahwa investasi properti adalah permainan yang panjang; alternatif yang lambat dan mantap untuk bermain pada semua elemen bisnis. Anda tidak boleh berada di industri ini jika Anda ingin cepat kaya.

Ini membutuhkan strategi dan perencanaan jangka panjang. Menjual properti umumnya tidak disarankan, bahkan untuk mendanai pembelian properti lain.

Berbagai biaya hukum, pungutan, pajak, dan sebagainya dapat mengambil sebagian besar keuntungan, jadi opsi yang lebih cerdas hampir selalu untuk mempertahankan properti dan menggunakannya untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka panjang.