4 Keluhan Lambung Yang Dianggap Penyakit Maag

Kesehatan

Penyakit maag

Penyakit maag kerap kali diidentifikasi sebagai serangkaian gejala seperti kembung, mual dan nyeri perut kiri. Masalahnya, secara medis penyakit maag hanya dianggap sebagai gambaran general. Sementara sebenarnya 4 kondisi berikut adalah gambaran lebih tepat dari gejala Maag yang digambarkan.

Penyakit Lambung Yang Kerap Dianggap Penyakit Maag

Dalam pengobatan modern, istilah penyakit maag sebenarnya tidak lagi tepat digunakan untuk mengidentifikasi keluhan pada lambung. Maag kini hanya bahasa awam akan gangguan lambung.

Masalahnya, karena pandangan ini, setiap orang beranggapan bahwa keluhan yang muncul hanya cukup diatasi dengan satu obat, yakni antasida. Padahal tidak semua keluhan lambung bisa selesai dengan hanya mengonsumsi antasida.

Setidaknya terdapat 4 jenis penyakit yang berkembang pada lambung yang acapkali dianggap maag. Dan sebenarnya keempatnya perlu diterapi dengan cara yang berbeda. Dan mengutip dari laman deherba, berikut 4 jenis penyakit lambung yang acapkali dianggap maag.

Dispepsia

Ini adalah penyakit lambung yang paling sering terjadi, dan bisa dikatakan ini adalah penyakit maag paling ringan. Anda bisa membantu mengatasi keluhan secara efektif hanya dengan mengonsumsi antasida.

Biasanya pasien akan merasakan keluhan seperti rasa sesak dan penuh di ulu hati, muncul tekanan yang terasa nyeri di area perut kiri muncul mual dan rasa kembung yang berpusat di ulu hati dan perut kiri atas.

Dispepsia terjadi ketika dinding lambung mengalami iritasi. Iritasi terjadi karena efek pergesekan dinding lambung saat peristaltik lambung bekerja. Disertai dengan paparan asam lambung.  Biasa terjadi ketika seseorang kerap melewatkan waktu makan dan sering mengonsumsi makanan yang meningkatkan produksi asam macam makanan pedas, makanan asam, soda atau alkohol.

GERD (Gastroesophageal Reflux)

Ini adalah keluhan lain yang juga kerap dianggap sebagai penyakit maag. Memiliki gejala yang hampir serupa dengan dispepsia. Tetapi biasanya disertai dengan keluhan panas di dada, peradangan di tenggorokan dan sariawan.

GERD adalah gangguan produksi asam lambung yang berlebihan. Pada kondisi ini, kelenjar yang memproduksi asam lambung mulai bekerja tanpa kendali dan menghasilkan asam lambung lebih dari yang dibutuhkan. Gangguan ini juga bisa terjadi ketika klep sekat di diafragma rusak, sehingga menyebabkan gas dan asam lambung bocor ke rongga dada.

Asam lambung dan gas kemudian naik menuju dada dan tenggorokan. Efek asam ini menyebabkan iritasi dan rasa terbakar di dada dan tenggorokan. Pasien biasanya akan mengalami radang tenggorokan akibat paparan asam mengiritasi dinding tenggorokan. Pasien juga mungkin mengalami iritasi usus dan diare akibat paparan asam berlebihan.

Untuk mengatasi keluhan ini, pasien harus mengonsumsi obat obatan khusus yang bekerja mengendalikan produksi asam lambung. Antasida saja tidak cukup efektif untuk mengatasi keluhan dalam jangka panjang.

Gastroparesis

Secara sederhana ini adalah gangguan perlambatan fungsi lambung. Terjadi ketika peristaltik otot lambung melambat dan melemah. Sehingga proses cerna makanan dalam lambung melambat.

Pasien akan mengalami rasa kenyang lebih lama, begah dan kadang disertai mual. Kadang pasien muntah makanan utuh meski terakhir makan beberapa jam yang lalu. Rasa tidak nyaman berpusat pada ulu hati ketimbang pada perut kiri. Meski tidak menutup kemungkinan rasa nyeri berkembang di perut kiri.

Kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan saraf dan masalah diabetes. Biasanya pasien akan mendapatkan terapi obat stimulant peristaltik otot perut. Dan akan dianjurkan mengatur pola makan menjadi 5 – 7 kali sehari dalam porsi lebih kecil.

Gasthritis

Ini adalah kondisi penyakit maag yang relatif serius. Gasthritis kerap disebut tukak lambung, ini adalah gangguan peradangan pada lambung. Bisa terjadi akibat iritasi lambung yang memburuk dan tidak teratasi. Bisa karena efek infeksi dari bakteri Helicobacter pylori. Bisa pula dikaitkan dengan diabetes, hingga luka di lambung memburuk dan meradang.

Kadang gastritis menyebabkan kerusakan fatal pada dinding lambung, seperti kebocoran lambung atau terbentuknya lubang pada dinding lambung. Rasa nyeri yang dihasilkan jelas lebih kuat. Bahkan mungkin pasien akan kesulitan untuk mencerna makanan, sehingga pasien hanya bisa mengonsumsi makanan halus.

Pada laman deherba, dijelaskan lebih dalam bagaimana terapi untuk ghasthritis dilakukan. Terapi bersifat kompleks karena harus mengatasi abses pada lambung dan membantu memulihkan fungsi lambung sekaligus. Ini termasuk penyakit maag yang bisa menyebabkan kematian dan dapat berujung kanker.